Tuhan Ijinkan Aku
Untuk Tidak Menjadi DEWASA
Tuhan ijinkan aku untuk tidak menjadi dewasa
Karena waktu adalah pedang yang menggores
di tubuh orang dewasa,
yang berusaha menaklukan dunia dengan sihir kata,
candu darah dan kepingan emas yang disepuh keringat dunia.
Tuhan ijinkan aku untuk tidak menjadi dewasa.
Yang memainkan seluruh masa kanak
di bawah pohon dan deras sungai kampungku,
yang bertemu mata bidadari dalam lentik mimpi,
yang memainkan layang-layang dalam alur musim dan sunyi angin.
Di situ aku telah menjadi pengantin anak-anak
yang memainkan malam
dengan tabur bintang dan tarian mistik dari para boneka.
Tuhan ijinkan aku untuk tidak menjadi dewasa,
yang memeluk rumah dan jalan-jalan di
kampung halaman menuju pelataran bukit,
musim jagung dan baling-baling kayu yang berderit,
yang mengekalkan kelahiran dalam suci warna mata dan hatiku.
Tuhan... bolehkah ku tak menjadi dewasa